salam...


Rabu, 7 Mac 2012

mENCAPAI kEBAHAGIAAN hIDUP...

Suatu ketika ada sahabat Rasulullah SAW yang bernama Abu Dzar Alghifary bertanya kepada Rasulullah SAW tentang bagaimana mencapai kebahagiaan. Lalu Rasulullah SAW bersabda kepada Abu Dzar : Wahai sahabatku kalau kamu ingin mencapai kebahagiaan hidup maka kerjakan hal sebagai berikut : 
“Perbaharui kapalmu karena samudera yang akan kau harungi sangat begitu dalam dan luas. Siapkan bekalmu karena perjalanan yang akan kau lalui sangat begitu jauh. Turunkan bebanmu karena bukit yang akan kau daki sangat begitu tinggi dan sulit untuk didaki. Ikhlaskan pekerjaanmu karena hakimnya nanti adalah Yang Maha Melihat” 

Dalam hadist ini, terkandung pesan nabi untuk menggapai kebahagiaan hidup yang hakiki, yakni sebagai berikut :



1. Perbaharui kapalmu karena samudera yang akan kau arungi sangat begitu dalam dan luas.

-> Langkah pertama untuk menggapai kebahagiaan hidup adalah senantiasa memperbaharui Kapal. Kapal di sini berarti IMAN. Dalam mengarungi hidup, kita diibaratkan nahkoda kapal yang sedang mengarungi samudera. Dalam perjalanannya selalu ada angin dan badai gelombang yang menerpa. Walaupun begitu, kapal harus tetap jalan. Agar selamat sampai tujuan, diperlukan kapal (IMAN) yang kuat dan tangguh.

Perbaruilah IMAN setiap saat. Sesungguhnya tantangan hidup akan selalu berubah setiap saat dan tempat. Tantangan hidup dahulu berbeza dengan tantangan hidup zaman sekarang dan masa mendatang. Begitu pula tantangan hidup di desa akan berbeza dengan tantangan hidup di bandar.

Jika mimiliki IMAN yang kuat, niscaya terhindar dari berbagai rintangan hidup, terutama gangguan pola pikir dan perilaku kaum yahudi dan nasroni. Nabi pernah memperingatkan : 
“Suatu saat umatku akan mengikuti kaum Yahudi dan nasrani, bahkan ketika mereka masuk ke lubang biawak pun, umatku mengikutinya”.


2. Siapkan bekalmu karena perjalanan yg akan kau lalui sangat begitu jauh.

-> Langkah kedua untuk mencapai kebahagiaan hidup adalah mempersiapkan bekal yang banyak. Yang dimaksud bekal di sini bukanlah dunia atau material, melainkan amal kebajikan. Setiap saat hendaknya disibukkan dengan usaha memperbaharui kualiti ibadah, akhlak, integriti diri, serta kontribusi  / manfaat bagi orang lain. Sebaliknya, tidak menghabiskan waktu dan potensi untuk urusan dunia semata.



3. Turunkan bebanmu karena bukit yang akan kau daki sangat begitu tinggi dan sulit untuk didaki.

-> Langkah ketiga adalah turunkan beban, maksudnya jangan banyak melakukan dosa dan kesalahan. Setiap langkah haruslah diperhitungkan, perhitungan yang paling utama adalah agama. Semakin tinggi pohon, semakin berat angin yang menerpa. Namun ia akan semakin kuat dan menjadi perlindungan. Begitu juga dengan kehidupan, semakin berusaha menjadi lebih baik, semakin berat juga tantangan dan rintangan. Tidak ada kemuliaan dan pangkat terhormat yang diraih dengan kemalasan. Ujung baik haruslah diawali dengan awal yang baik.


4. Ikhlaskan pekerjaanmu karena hakimnya nanti adalah Tuhan Yang Maha Melihat.

-> Pesan terakhir adalah senantiasa menjaga keihklasan dalam segala amal. Usahakan segala apa yang kita kerjakan baik itu ibadah maupun pekerjaan di dunia niatnya semata mata mencari ridha ALLAH SWT. Hal ini disebabkan hakim di akhirat kelak adalah  ALLAH SWT yang maha melihat.

Isnin, 30 Januari 2012

7 Golongan Yang Dapat Naungan Di Akhirat...

Rasulullah SAW menggambarkan ada 7 golongan manusia yang akan mendapat pertolongan dan naungan pada hari itu, menerusi sabda beliau yang maksudnya :

Sebilangan manusia yang dinaungi ALLAH di bawah naungan-Nya pada hari kiamat iaitu hari yang tidak ada sebarang naungan padanya selain daripada naungan Allah; di antaranya ialah: Pemerintah yang adil, pemuda yang hidupnya sentiasa dalam mengerjakan ibadah kepada Tuhannya, orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid, dua orang yang berkasih sayang kerana  ALLAH  di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan  ALLAH, orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk bersatu dengannya lalu ia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada  ALLAH !”, orang yang bersedekah secara bersembunyi sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya, dan orang yang menyebut atau mengingat  ALLAH  dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal  ALLAH.” 
(HR. Abu Daud dan Ibnu Majah)

1) Pemerintah yang adil.
-> Ini kerana tanggungjawab dipikul pemerintah dalam melaksanakan keadilan adalah perkara yang amat berat dan bukanlah mudah bagi seorang pemimpin untuk melaksanakan keadilan terhadap semua rakyatnya.
Sekiranya keadilan ini berjaya ditunaikan, ganjarannya adalah amat besar sekali. Namun jika gagal, dia menjadi pemerintah yang zalim dan azab menanti di akhirat.
2) Pemuda yang hidupnya sentiasa mengerjakan ibadat kepada Tuhannya.
-> Ini kerana sebaik-baik masa dan semahal-mahal harganya di dalam hidup seseorang manusia adalah ketika alam remaja kerana pada usia muda seseorang berbagai ujian dan godaan terpaksa ditempuhi. Maka beruntunglah pemuda yang berjaya melepasi rintangan itu.
3) Orang yang hatinya sentiasa terikat dengan masjid.
-> Sesungguhnya terdapat hadis menyebutkan bahawa dua hayunan kaki yang melangkah ke masjid ganjarannya amat besar di sisi  ALLAH  SWT dan dikategorikan sebagai satu sedekah.
4) Dua orang yang berkasih sayang kerana Allah di mana kedua-duanya berkumpul dan berpisah untuk mendapat keredaan Allah.
-> Hubungan yang terjalin di atas dasar yang bercanggah dengan syariat sehingga melanggar batas agama, adab kesopanan dan sebagainya adalah hubungan yang menjurus ke arah dosa dan maksiat. Seharusnya ikatan kasih sayang yang dijalinkan sesama manusia mestilah ikhlas kerana  ALLAH  agar perhubungan itu mendapat pahala, restu dan keberkatan daripada-Nya.
5) Orang yang dipujuk oleh perempuan yang kaya lagi rupawan untuk berzina lalu dia menolak dengan berkata: “Aku takut kepada Allah!”
-> Ini menunjukkan keimanan dan ketakwaan yang sebenar berjaya menangkis segala bentuk godaan yang datang. Hal ini bukanlah mudah kerana tanpa kekuatan iman seseorang itu pasti akan mudah terpengaruh dengan bisikan nafsu dan akhirnya terjebak dalam perbuatan zina.
6) Orang yang bersedekah secara bersembunyi
-> Sehingga tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diberi oleh tangan kanannya. Ia menggambarkan mengenai keikhlasan hati orang yang bersedekah.
Sesungguhnya tidak ramai orang dapat menyembunyikan kebaikan dilakukannya melainkan akan terdapat perasaan riak dan ingin menunjuk supaya mendapat pujian atau sanjungan dari orang ramai.
7) Orang yang menyebut atau mengingati Allah dengan keadaan tidak ada dalam ingatannya perkara lain, lalu menitis air matanya
-> Kerana mengingatkan sifat Jalal dan sifat Jamal  ALLAH.

Inilah sifat muslim mukmin sejati yang mempunyai perasaan cintakan  ALLAH  dengan sepenuh hatinya. Dia sentiasa memikirkan dan menghayati kejadian dan keagungan ciptaan Allah serta sifat-Nya yang Maha Agung. Oleh yang demikian hati, fikiran dan jiwanya terhindar daripada perkara yang melalaikan.
Wallahua’lam.
Sumber : Buku Malam Pertama Di Syurga – Adil Akhyar, SH, LL.M